Pengolahan Sampah di Lahan Sekolah

 

 

Tahun ini merupakan tahun ketiga Gedung Strada Cakung dibangun. Bangunan 3 lantai tingkat SD dan 2 lantai untuk tingkat TK. Usia bangunan yang masih sangat muda, sehingga masih harus terus berbenah dan memaksimalkan setiap ruang dan tempat yang ada untuk berbagai kegiatan intra dan ekstrakurikuler maupun kegiatan yang bersifat edukasi lainya.

Walaupun tidak terlalu luas, koimpleks Cakung memiliki kebun sekolah yang terletak di sebelah timur Gedung. Lahan ini belum mendapat penanganan secara maksimal.Dua tahun yang lalu digunakan untuk menanam sayuran(kangkung, cabai,bayam, pare dan sawi) dan budi daya ikan lele dalam ember. Selama satu setengah tahun bapak dan ibu guru, karyawan dapat menikmati hasil kebun dan lauk ikan lele.

Namun sekarang ini tanah harus sudah diremajakan kembali dengan pupuk. Sedangkan dana untuk pembelian pupuk cukup lumayan.Maka saat ini dimanfaatkan untuk menanam pohon pisang dan papaya saja selain pepohonan rambutan yang rindang. Sampah dedaunan dan rumput yang semakin merata sangat butuh pengelolaan. Maka kami mengambil langkah mengolah sampah di lahan sekolah agar dapat menghemat biaya namun tetap berdaya guna.

Bahan-bahan yang diperlukan sangat mudah didapat yaitu:

  1. Sampah organik(dedaunan, rumput)
  2. Minuman prebiotik(contohnya:Yakult)
  3. Air
  4. Sekam mentah/bakar
  5. Tanah
  6. Wadah(bak sampah,drum)
  7. Plastik/terpal untuk penutup.

Cara membuat:

  1. Siapkan, kumpulkan sampah organik
  2. Sampah dihancurkan dengan mesin pencacah atau dapat dicacah sendiri menggunakan sabit,pisau atau alat lain kemudian masukkan ke dalam wadah, di bak sampah atau drum/ember.
  3. Larutkan minuman prebiotik/yakult ke dalam air( perbandingan, 1 botol: 5 liter air)
  4. Siramkan secara merata di atas sampah dalam wadah
  5. Campurkan sekam dengan tanah dan gunakan untuk menutup/menimbun sampah tersebut.
  6. Tutup permukaannya dengan terpal atau plastik.
  7. Diamkan selama + 3 minggu. Setelah itu siap digunakan sebagai media tanam.

 

Mari kita selamatkan bumi dengan peduli sampah di lingkungan sekitar kita.

 

Salam AMDG

Sebarkan artikel ini