Bekasi, 14 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65, SD Strada Cakung melaksanakan upacara bendera pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan SD Strada Cakung.

Peringatan Hari Pramuka menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk mengenang sejarah panjang Gerakan Pramuka sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian, kemandirian, persaudaraan, dan cinta lingkungan kepada para siswa.

Dalam amanat upacara, Ibu Felline Megaliana selaku pembina menyampaikan sejarah singkat perkembangan kepanduan dunia dan Indonesia. Gerakan kepanduan dunia bermula pada tahun 1907 di Pulau Brownsea, Inggris, yang dipelopori oleh Lord Baden-Powell. Pengalaman kegiatan perkemahan tersebut kemudian dituangkan dalam buku Scouting for Boys yang berisi catatan dan panduan mengenai kegiatan kepanduan serta keterampilan bertahan hidup. Pada tahun 1912, Baden-Powell bersama adiknya, Agnes, turut membentuk gerakan kepanduan bagi perempuan yang dikenal sebagai Girl Guides.

Di Indonesia, gerakan kepanduan mulai berkembang sejak masa penjajahan Belanda. Salah satu organisasi kepanduan pertama didirikan di Bandung pada tahun 1912 oleh Van der Bosch dan pada awalnya diperuntukkan bagi orang-orang Belanda. Seiring berjalannya waktu, berbagai organisasi kepanduan bermunculan hingga jumlahnya mencapai lebih dari 100 organisasi.

Kemudian, pada 14 Agustus 1961, Presiden Soekarno melebur berbagai organisasi kepanduan tersebut ke dalam satu wadah, yaitu Gerakan Pramuka, yang merupakan singkatan dari Praja Muda Karana. Dalam sejarah Gerakan Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia.

Dalam amanatnya, siswa juga diajak mengenal lebih dekat lambang Gerakan Pramuka, yaitu tunas kelapa. Lambang tersebut dicetuskan oleh Sunardjo Atmodipuro pada tahun 1961. Tunas kelapa dipilih karena memiliki makna yang sesuai dengan nilai-nilai kepanduan. Pohon kelapa dapat tumbuh di berbagai tempat, kuat, ulet, mudah beradaptasi, dan seluruh bagiannya dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi siswa-siswi SD Strada Cakung bahwa mereka merupakan tunas kelapa harapan bangsa. Sebagai anggota Pramuka Siaga dan Penggalang, para siswa diharapkan mampu membawa semangat kepanduan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Para siswa diajak untuk membangun kedisiplinan mulai dari hal-hal sederhana, seperti datang tepat waktu, mendengarkan guru, merapikan buku dan perlengkapan sendiri, serta rajin belajar tanpa harus selalu diingatkan.

Selain itu, siswa juga diajak untuk menyayangi teman dan senang menolong. Tidak saling mengejek maupun bertengkar, tetapi saling membantu ketika ada teman yang mengalami kesulitan. Nilai tersebut sejalan dengan Dasa Darma Pramuka, khususnya sikap patuh, suka bermusyawarah, cinta alam, dan kasih sayang kepada sesama manusia.

Pesan penting lainnya adalah peduli terhadap lingkungan. Para siswa diajak untuk selalu membuang dan memilah sampah pada tempatnya serta menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih, hijau, dan asri. Hal ini menjadi semakin penting karena SD Strada Cakung terus berkomitmen dalam gerakan peduli lingkungan dan tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Adiwiyata tingkat nasional.

Melalui peringatan Hari Pramuka ke-65 ini, SD Strada Cakung berharap nilai-nilai kepanduan tidak hanya berhenti pada kegiatan upacara, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang ceria, jujur, disiplin, peduli, mandiri, suka menolong, dan bangga menjadi bagian dari Gerakan Pramuka.

Dengan semangat Praja Muda Karana, mari terus menumbuhkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, peduli terhadap sesama dan lingkungan, serta siap menyongsong masa depan yang cerah.

Selamat Hari Pramuka ke-65!
Salam Pramuka!