
103 Siswa Kelas 6 Mengikuti Rekoleksi di Civita Youth Camp dengan Tema “Kasih-Nya Membuatku Peduli & Berani Meraih Mimpi”
Civita Youth Camp, 16 September 2026 — Pagi itu, Rabu (16/9), suasana SD Strada Cakung tampak lebih semarak dari biasanya. Sejak pagi, wajah-wajah penuh semangat terlihat dari 103 siswa-siswi kelas 6 yang bersiap mengikuti kegiatan rekoleksi di Civita Youth Camp (Rumah Retret).
Tepat pukul 06.30 WIB, rombongan bertolak dari sekolah menggunakan empat bus. Perjalanan menuju lokasi ditempuh kurang lebih 45 menit. Keceriaan dan antusiasme anak-anak mewarnai perjalanan menuju tempat rekoleksi.
Sesampainya di Civita Youth Camp, seluruh peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 mengikuti kegiatan di Kampus Civita 1, sedangkan Kelompok 2 berada di Kampus Civita 2. Masing-masing kelompok mendapatkan pendampingan dari Tim Civita yang terdiri atas Suster, Frater, dan Bruder.
Tertib, Kompak, dan Siap Mengikuti Rekoleksi
Hal menarik terlihat sejak anak-anak tiba di lokasi. Dengan suasana Civita yang teduh dengan banyaknya pepohonan, gemericik suara air, kicauan burung-burung bersahutan. Mereka dengan sigap menata sepatu masing-masing secara rapi sebelum memasuki ruang kegiatan. Anak-anak kemudian duduk dengan tertib di atas tikar dan bersiap mengikuti seluruh rangkaian acara.
Kegiatan diawali dengan perkenalan dan menyanyi bersama. Suasana pun menjadi semakin akrab dan penuh kegembiraan. Anak-anak terlihat menikmati kebersamaan dengan teman-teman sekaligus mulai membangun suasana yang nyaman bersama para pendamping.
Kedisiplinan dan keterlibatan anak-anak selama kegiatan menjadi bagian penting dari pengalaman rekoleksi. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang diberikan oleh Tim Civita.
Sesi 1: “Kasih Tuhan Membuatku Peduli”
Memasuki sesi pertama, anak-anak diajak untuk mendalami tema “Kasih Tuhan Membuatku Peduli”.
Melalui sesi ini, anak-anak diajak melihat kembali pengalaman kasih yang mereka terima, khususnya kasih dalam keluarga. Keluarga menjadi tempat pertama bagi anak-anak untuk mengenal kasih, perhatian, pengorbanan, dukungan, dan kepedulian.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah membuat “Pohon Keluarga”. Anak-anak menempelkan foto keluarga pada pohon yang telah disediakan. Setelah itu, mereka menuliskan berbagai pengalaman kebaikan dan kasih yang pernah mereka terima atau rasakan dalam keluarga.
Kegiatan sederhana tersebut ternyata mengajak anak-anak untuk melihat kembali hal-hal yang terkadang dianggap biasa dalam kehidupan sehari-hari. Perhatian orang tua, dukungan keluarga, menemani ketika mengalami kesulitan, memberikan semangat, hingga berbagai bentuk pengorbanan menjadi pengalaman kasih yang mereka refleksikan.

Berani Berbagi Pengalaman Kasih
Setelah menyelesaikan kegiatan, beberapa siswa diberikan kesempatan untuk sharing di hadapan teman-temannya.
Dengan penuh keberanian, mereka menceritakan pengalaman tentang kasih yang mereka rasakan dalam keluarga. Ada yang berbagi tentang perhatian orang tua, dukungan ketika menghadapi kesulitan, maupun pengalaman sederhana yang membuat mereka merasa dicintai dan diperhatikan.
Momen sharing menjadi salah satu bagian yang menyentuh dalam kegiatan rekoleksi. Anak-anak belajar bahwa pengalaman kasih tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Kasih dapat ditemukan dalam hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari.
Dari pengalaman tersebut, anak-anak diajak untuk tidak hanya menjadi pribadi yang mampu menerima kasih, tetapi juga belajar membagikan kasih dan kepedulian kepada orang lain.
Dari Kasih Menuju Kepedulian
Rekoleksi bukan sekadar kegiatan untuk berkumpul dan bersenang-senang di luar sekolah. Lebih dari itu, rekoleksi menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk berhenti sejenak dari rutinitas, melihat kembali pengalaman hidup, mengenal diri, serta menyadari kehadiran kasih Tuhan dalam kehidupan mereka.
Tema “Kasih-Nya Membuatku Peduli & Berani Meraih Mimpi” mengajak siswa-siswi kelas 6 untuk menyadari bahwa kasih yang mereka terima dapat menjadi kekuatan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang peduli.
Kasih yang dialami di dalam keluarga diharapkan dapat diteruskan dalam kehidupan bersama: melalui kepedulian kepada teman, menghargai orang lain, berani membantu, mau berbagi, dan hadir bagi mereka yang membutuhkan.
Di sisi lain, anak-anak juga diajak untuk memiliki keberanian dalam meraih mimpi. Seperti dalam sesi 2, Dimana anak-anak diajak melihat apa mimpinya, mengapa mimpi itu ada dan bagaimana proses dalam menggapai mimpi tersebut. Sebagai siswa kelas 6 yang sedang mempersiapkan diri menuju tahap pendidikan berikutnya, keberanian untuk bermimpi, berusaha, dan percaya pada kemampuan diri menjadi bekal penting bagi perjalanan mereka.
Sebuah Pengalaman yang Akan Dikenang
Rekoleksi kelas 6 di Civita Youth Camp menjadi salah satu pengalaman bermakna dalam perjalanan pendidikan siswa-siswi SD Strada Cakung. Kebersamaan, keceriaan, kedisiplinan, keberanian untuk berbagi, dan refleksi tentang kasih menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mereka.
Ibadat penutup yang diikuti, sebagai ungkapan Syukur atas kasih Allah yang terus mengalir pada diri anak-anak. Makan bersama akhir kegiatan menumbuhkan rasa kekeluargaan yang semakin kuat, dengan antri mencuci piring, dengan sendagurau yang mengalir manis dan menyenangkan.
Dan akhirnya kembali ke sekolah dengan mimpi yang semakin mantap dalam perjalanan yang terus cerita, obrolan yang tiada henti saat di bus mengalir terus sampai akhirnya berpisah karena Kembali ke rumah masing-masing.
Semoga pengalaman yang diperoleh selama rekoleksi tidak berhenti ketika anak-anak kembali ke sekolah. Semoga nilai-nilai kasih, kepedulian, keberanian, dan semangat meraih mimpi terus tumbuh dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab kasih yang sungguh dialami akan menggerakkan hati untuk peduli, dan hati yang penuh kepedulian akan memberikan keberanian untuk melangkah meraih mimpi.
Rekoleksi menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar melihat kasih yang telah mereka terima, mensyukurinya, dan menjadikannya kekuatan untuk peduli kepada sesama. Semoga setiap pengalaman yang mereka bawa pulang dari Civita menjadi benih baik yang terus bertumbuh dalam kehidupan mereka.
Dari kasih, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir keberanian. Dan dengan keberanian, anak-anak melangkah meraih mimpi.
Kasih-Nya Membuatku Peduli & Berani Meraih Mimpi.
SD Strada Cakung — Sehat, Semangat, Berprestasi.






Recent Comments